Senin, 04 April 2011

ATIQULLAH RAIH GELAR DOKTOR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM


Pertahankan Disertasi tentang Perilaku Kepemimpinan Kolektif di Pondok Pesantren
 
Dosen tetap Manajemen Pendidikan Islam STAIN Pamekasan, Atiqullah Sholeh, S.Ag., M.Pd, meraih gelar Doktor (S-III) dari Universitas Negeri Malang (UM) dalam Bidang Studi Manajemen Pendidikan..
Gelar doktor tersebut diraih Bapak Atiq (sapaan akrabnya) setelah ia mempertahankan disertasinya tentang "Perilaku Kepemimpinan Kolektif 3 Pondok Pesantren di Wilayah Jawa Timur; Studi Multi Situs pada Pesantren Bani-Djauhari dan Pesantren Bani-Syarqawi di Sumenep dan Pesantren Bani-Basyaiban Pasuruan" di hadapan tim penguji, pada Sidang Terbuka Promosi Doktor PPs-Universitas Negeri Malang, Selasa, 27 Oktober 2009.
Pria kelahiran Pamekasan 04 Mei 1973 yang juga mantan aktivis Ketua Umum Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan tahun 1998 ini berhasil lulus dengan predikat "Cum-Laude" dan termasuk mahasiswa Program Pasca Sarjana yang tepat waktu dalam menyelesaikan studinya.
Di hadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. H. Ahmad Shonhadji KH, MA., Ph.D, Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadlal, M.Pd, Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi (Direktur PPs. Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. H. Ahmad Zahra, MA (Direktur PPs-IAIN Sunan Ampel Surabaya), Prof Dr. Soeparno, M.Pd (Rektor Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UM), dan Prof. Dr. Wahyudi, M.Pd., promovendus Atiqullah Sholeh menyampaikan hasil penelitiannya yang dilakukan di Jawa Timur sebagai wilayah basis Pondok Pesantren.
Atiqullah Sholeh menyebutkan, Pondok Pesantren yang di kelola oleh kepempinan kyai secara individual minded dan kyai sebagai figur tunggal berbeda dengan Pondok Pesantren yang di pimpin bersama oleh para masyayikh secara kolektif . Hal ini karena para masyayikh itu mempunyai kharisma dan maziyah keakhlian yang beragam, sekalipun itu berasal dari satu nasab (khinsip),  kepemimpinan kolektif di Pondok Pesantren tentu lebih efektif terutama menyangkut keberlangsungan Pondok Pesantren di masa-masa mendatang.
Kinerja dan kharisma kyai dalam suatu lembaga kepemimpinan Majlis Masyayikh akan membawa barokah kejayaan Pondok Pesantren sebagai center of exelence melalui peran kepemimpinannya, yaitu visionary leadership, spiritual & religious leadership para masyayikh secara optimal sebagai pengasuh, pembimbing dan pembawa perubahan sosial bangsa ini lebih religious dan berbudaya.
Suami dari Ny. Istibsyaroh Munir, S.Ag itu, menyatakan, "Perilaku kepemimpinan kolektif di Pondok Pesantren, menghasilkan temuan perspektif kepemimpinan kolektif, kedudukan Majlis Masyayikh, sumber otoritas kepemimpinan, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan kolektif, keefektivan proses pengambilan keputusan, keefektivan proses pengendalian konflik, dan proses pembangunan tim di Pondok Pesantren.” Papar putra pertama dari pasangan ustadz Moh. Sholehodin, Ama dan Nyai Maimunah ini.
Sebagai aktivis, peneliti dan pemberdayaan Madrasah pada Transmart Indonesia (Tsi) dan LP-Maarif NU Cabang Pamekasan ini juga menyatakan, pengembangan Pondok Pesantren di masa mendatang sangat ditentukan oleh visi kepemimpinannya, sehingga pemberdayaan dan pengelolaan Pondok Pesantren yang berorientasi tradisional, mekanistik, dan birokratis, perlu bergeser ke arah adaptif, inovatif, kreatif akuntabel dan mengarah kepada pemberdayaan secara integral dan simultan pada semua level sumber daya dan budaya organsisasi melalui tiam learning, serta learning organization dengan pendekatan kepemimpinan spiritual dan demokratik religious. Bukankah Pondok Pesantren merupakan noble inductry yang berbudaya organisasi kinerja sosial keikhlasan dalam rangka mencapai tujuan penegakan nilai-nilai agama (tafaqquh fi-al-din) yang senantiasa melihat bagian organisasi sebagai organsme insaniyah, bukan gaya mesin  (machine model), dan  atau organisasi bukan orang (organization without people),  melainkan sumber daya insani berkepribadian sebagai pengemban amanah dan mempunyai daya-daya intelektualitas, emosionalitas, dan spiritualitas yang terpercaya.

STAIN PAMEKASAN NAMBAH DOKTOR


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan kembali menambah deretan dosennya yang meraih gelar Doktor. Kemarin (5/4), Moh. Hefni, M.Ag., salah seorang Dosen STAIN Pamekasan yang juga Ketua Program Studi Hukum Perdata Islam, berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Sosial (Sosiologi) dari Program Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam sidang Ujian Doktor Terbuka, mantan Aktivis PMII dan GP. Ansor Pamekasan ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Islam Madura: Sebuah Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Relasi Islam Pesantren dan Islam Kampung di Madura”. Sidang Ujian Terbuka tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Laurentius Dyson, MA, dengan anggota, antara lain, Prof. Dr. HM. Ridlwan Nasir, MA (Direktur Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya), Prof. Dr. H. Sri Iswati. SE., M.Si., AK., Prof. Dr. Hanafi M., dr., SpKG., dan Prof. Dr. Moetmainnah Prajitno, drg., SpKG.
Sebelumnya, suami Deasy Andaruni Kusuma ini berhasil melewati sidang Ujian Doktor Tertutup dengan penguji, antara lain, Prof. Soetandyo Wignjosoebroto, MPA., Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, MA., Prof. Dr. H. Kacung Marijan, MA., Prof. Dr. Ramlan Surbakti, MA., Prof. Dr. Mustain Mashud, M.Si., dan Dr. Myrtati Dyah Artaria, MA.
Dalam disertasinya, Wakil Ketua LP. Ma’arif NU Pamekasan ini menguraikan tentang relasi antara Islam Pesantren yang dipimpin oleh para kyai NU Cabang Sumenep dan Islam Kampung oleh dipimpin oleh kyai kampung atau ketua adat di Desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget Sumenep. Relasi keduanya bersifat dominasi-subordinasi dalam bentuk kuasa simbolik (symbolic power). Dominasi yang berbentuk kuasa simbolik itu dilakukan oleh kalangan Islam Pesantren atas Islam kampung. Menghadapi kuasa simbolik kalangan Islam pesantren, kalangan Islam kampung melakukan resistensi dan adaptasi. Disertasi ini juga membantah berbagai studi sebelumnya yang memandang sinkretisme keagamaan sebagai sesuatu yang bersifat being (menjadi). Sebaliknya, studi ini menghasilkan temuan bahwa sinkretisme keagamaan sebagaimana yang dipresentasikan oleh kalangan Islam kampung sebagai state of becoming (menuju menjadi). Ini ditunjukkan oleh praktik ritual ekologis Islam kampung yang di satu sisi mempertahankan aspek  sinkretisme dan di sisi lain melakukan perubahan atas elemen-elemen dalam tradisi tersebut sehingga bersifat akulturatif. “Agar bisa dinikmati oleh masyarakat Madura, insyaallah disertasi ini akan diterbitkan dalam bentuk buku”, pungkasnya.

Senin, 28 Maret 2011

Struktur CIES


PUSAT KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM (PKPI)
Center of Islamic Educational Studies (CIES)
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PAMEKASAN
 

Sekretariat : Jl. Raya Pahlawan Km 04 Telp/Fax (0324) 327837 / ciestudies@gmail.com

ATRUKTUR ORGANISASI

Penanggung Jawab            Ketua STAIN Pamekasan

Pengarah                              Ketua Jurusan Tarbiyah

Direktur                                Dr. Atiqullah, M.Pd.

Sekretaris                             Ah. Fawaid, MA

Divisi Kajian dan Penelitian
Siswanto, M.Pd.I (Koordinator)
Umar Bukhory, MA
Alfisyah Nurhayati, M.Si 

Divisi  Pendidikan dan Pelatihan
Dr. H.M. Muchlis Solichin, M.Ag (Koordinator)
Mulyadi, M.Pd.
Fathol Holiq, M.Pd 

Divisi Penerbitan
Abd. Ghafur, M.Pd (Koordinator)
Edi Susanto, M.Fils
Maimun, M.HI
 
                                                        Pmekasan, 26 Maret 2011
                                                        Direktur


                                                        Dr. Atiqullah


 
 

draf COMPANY PROFIL CIES


COMPANY PROFIL

Pusat Kajian Pendidikan Islam yang disingkat menjadi PKPI atau Center of Islamic Educational Studies (CIES) ini adalah lembaga kajian  dan riset  di bidang pendidikan Islam dan pesantren yang didirikan berdasarkan SK Ketua STAIN Pamekasan Nomor……..tertanggal ……2011.
Lembaga ini merupakan pusat kajian yang memiliki komitmen serius dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam dan pesantren yang kian hari mengalami krisis. Salah satu krisis nyata dari pendidikan Islam dan pesantren adalah kian merosotnya daya saing dan melemahnya moralitas anak didik. Ditambah lagi dengan meningkatnya ekspresi keberagamaan yang mengedepankan kekerasan dibandingkan ekspresi keagamaan yang santun dan damai.
Krisis-krisis itu bisa dipastikan bermuara pada pangkal persoalan, yaitu pendidikan. Pendidikan yang tidak berbasis mutu dan hanya mengedepankan kuantitas dibandingkan kualitas serta pendidikan yang tidak memberikan penghargaan pada keragamaan inilah yang memicu lahirnya krisis-krisis dalam pendidikan Islam.
Oleh karena itu, kehadiran PKPI di antaranya adalah untuk merevitalisasi peran pendidikan Islam dan Pesantren, sehingga pendidikan Islam, baik di sekolah, madrasah, dan pesantren lebih bisa memberikan konstribusi positif menuju Negara sejahtera dalam lindungan Yang Maha Kuasa (baldatunin thayyibah wa rabbun ghafur).
Sesuai dengan tugas dan perannya, PKPI berusaha memberikan konstribusi pada sektor riset, pelatihan, informasi, serta memfasilitasi berbagai inisiatif yang dapat memperkuat masyarakat Islam khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya, terutama dalam pengembangan kebijakan di bidang pendidikan, pendidikan Islam, dan pesantren. 
Visi
Menjadi pusat kajian, pelatihan, dan penerbitan isu-isu yang terkait dengan pendidikan Islam, Sekolah, Madrasah  dan pesantren dalam rangka mewujudkan paradigma baru sistem pendidikan Islam menuju Negara sejahtera dalam lindungan Yang Maha Kuasa (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Misi
Melalui kajian, riset, dan informasi, PKPI berkometmen untuk memproduksi system pendidikan Islam yang bermutu dan berdaya saing tinggi  sehingga bisa memberi manfaat positif demi terwujudnya masyarakat  Islam yang damai, sejahtera dan mandiri.  

PROGRAM KEGIATAN 

Divisi Kajian dan Penelitian
Kajian regular isu-isu Pendidikan Islam dan Pesantren
Penelitian Pendidikan Islam dan Pesantren
dll 

Divisi Pendidikan dan Pelatihan
Advokasi kebijakan pendidikan di tingkat kabupaten
Pelatihan peningkatan kapasitas guru Pendidikan Islam
Pendidikan dan pelatihan SDM
dll

Divisi Penerbitan
Mempublikasikan hasil kajian
Merancang penerbitan buku tentang pendidikan Islam dan pesantren
Membuat majalah tentang pendidikan Islam
Penerbitan referensi pendidikan agama dan keagamaan
dll
                                                                                            Pamekasan, 28 Maret 2011
                                                                                            Direktur,


                                                                                            Dr. Atiqullah

Sabtu, 26 Maret 2011

PSIKOLOGI AGAMA : Tugas bagi Mahasiswa Tarbiyah / PAI


Tugas Diskusi

PSIKOLOGI AGAMA
MAHASISWA TARBIYAH / PAI

Deskripsi
Mahasiswa secara kelompok mengajukan makalah dengan topik yang telah ditentukan, mendiskusikan dengan kelompok lainnya sehingga membangun pemahaman (constructive learning) terhadap peran profestik agama bagi kehidupan sosialnya, serta memahami psikologi keagamaan masyarakat melalui pengalaman, pembacaan sosial dan analisa tugas masing-masing secara bertahap.
  
Materi
1.      Religious Conversion; Suatu Ekspresi dan Pemeliharaan Religiousitas,
2.      Pendidikan Agama Islam dan Penguatan Kesehatan Mental,
3.      Ekspresi Pengalaman Spiritual-Sufistik dalam Mewujudkan Masyarakat Madani,
4.      Kematangan Beragama dalam Memecahkan Problem Developmentalisme,
5.      Tarekat; Kecenderungan dan Jalan Spiritual Masyarakat Moderen,
6.      Reaktualisasi Peran Profetik Agama dalam Pembangunan.

Jadwal Diskusi
Diskusi berlangsung sesuai dengan jam perkuliah terjadwal
Referensi Penunjang
Ahmad Anas, Menguak Pengalaman Sufistik, Pengalaman Keagmaan Jamaah Maulid al-Diba’ Girikusumo (Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Walisongo Press, 2003)
Ahmad Najib Burhani, Islam Dinamis, Menngugat Peran Agama Membongkar Dokrin yang Membatu (Kompas Media Nusantara, 2001)
Ali Formen Yudha, Gagap Spiritual, Dilema Eksistensial di Tengah Kecamuk Sosial (Yogyakarta: Ktub, 2004)
Atiqullah, Dasar-Dasar Psikologi Agama (Madura: stain press, 2006)
Budhy Munawar-Rahman, Islam Pluralis, Wacana Kesetaraan Kaum Beriman (Jakarta: Paramadina, 2001)
Hanna Djumhana Bastaman, Integrasi Pikologi dengan Islam (Yoyakarta: Pustaka Pelajar, 1997)
Jalaluddin Rahmad, Reformasi Sufistik (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 1999)
Kadirun Yahya, Kapita Mentalita, Filsafat Ketuhanan (Malang: Nurul Amin, tt)
Komaruddin Hidayat dkk, Perkembangan Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Puslit IAIN Syarif dan Logos, 1999)

Pamekasan, 27 Maret 2011
Pembina Kuliah,


Dr. Atiqullah, M. Pd.

Profil CIES

Selamat datang di CIES (Center of Islamic Educational Studies) sebagai Pusat Kajian Pendidikan Islam merupakan lembaga otonom di Jurusan Tarbiyah guna melakukan trobosan dan kerjasama kelembagaan bidang pendidikan, penelitian, pelatihan, dan penerbitan. Kami mengundang saudara bekerjasama demi suatu pendidikan karakter bangsa.

                                                     Pamekasan, 27 Maret 2011
                                                     Direktur,

                                                     Dr. Atiqullah